Tampilkan postingan dengan label Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Agustus 2018

Menyikapi Masukan dan Saran

Pernah sekaliii saja seumur saya hidup sampai saat ini (dan saya berharap cukup sekali saja), saya dipertemukan dengan seseorang yang memberi masukan, tapi dia ngambek ketika saya tidak melakukan apa yang dia mau. Pengen ketawa aja sih, yah namanya jg masukan, tidak harus selalu dituruti kan. Orang lain hanya sebagai pemberi masukan, bukan berarti setiap masukan itu harus dituruti bukan? Setiap masukan jg pasti ada konsekuensi positif dan negatifnya, sehingga bijaksanalah dalam memilih yang terbaik.

Dan ingat, kehidupan manusia, sejak dari zaman Pleistosen sampai zaman now, tidak ada satupun kehidupan yang sama. Setiap manusia menjalani kehidupannya secara berbeda, dengan pengalaman, reference dan background yang tidak sama. Sidik jari pun tidak ada yang sama bukan? Jadi jangan menyamaratakan atau membuat penilaian berdasarkan standarisasi pribadi.

Kisah Tukang Ikan dan Papan Kayunya

Jadi kisahnya diawali seperti ini. Konon ada seorang pedagang ikan di pinggir jalan. Pedagang ikan itu membuka lapak kios kecil, kemudian di kios tersebut ada papan kayu bertuliskan, “JUAL IKAN SEGAR DI SINI.” Pada hari pertama, ada seorang yang datang kepada penjual ikan itu dan mengatakan, “Pak, kenapa harus pakai kata DISINI? Kan semua orang tahu bapak jualan ikan di sini, bukan di sana?” Kata orang tersebut sambil menunjuk ke seberang jalan.

Si Penjual ikan berpikir, kemudian berkata dalam hati, “benar juga ya.” Kemudian si tukang ikan itu pun menghapus kata DISINI sehingga tulisan di papan tersebut menjadi, “JUAL IKAN SEGAR.” Hari kedua datang lagi orang lain ke kiosnya. Orang yang baru datang itu kemudian berkata, “Kenapa harus pakai kata SEGAR? Toh semua orang tahu yang bapak jual itu ikan segar, bukan ikan busuk?” Karena berpikir lagi bahwa hal itu benar, maka kata segar pun dihapus dan menjadi, “JUAL IKAN”

Hari ketiga datang orang lain lagi. Dia bilang, “Kenapa Bapak tulis ikan? Semua orang tahu bahwa yang bapak tawarkan adalah ikan dan cuma ikan. Bukan kucing dan juga anjing.” Mendengar hal tersebut, si tukang mengangguk-ngangguk dan kemudian hanya menulis kata “JUAL” di papan kayunya. Sampai keesokan harinya, ada lagi orang yang bahkan memberikan masukan, “Mengapa bapak memasang papan? Semua orang tahu bahwa bapak sedang berjualan, bukan sedang pameran atau bagi-bagi gratis.” Akhirnya dibuanglah papan kayu tersebut dan si penjual ikan tidak memasang tanda apapun yang menunjukkan bahwa dirinya sedang menjual ikan yang sangat segar. Beberapa hari kemudian bisnis orang itu bangkrut karena tidak ada satu pun orang yang menyadari bahwa dia sedang berjualan ikan segar di lapaknya.

Kita mungkin tertawa atau tersenyum simpul ketika membaca cerita tersebut. Kok bodoh sekali ya ada orang yang seperti itu? Tetapi coba renungkan kembali, jangan-jangan diri kita juga seperti itu? Maka di sini ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam menanggapi saran dan masukan dari orang lain.



1. Open Mind dan Tawadhu
Open mind artinya kita terbuka terhadap masukan, tidak bersikap resisten terhadap kritik (kecuali jika memang sedang lomba debat, hehe..) dan rendah hati. Sikap terbuka terhadap saran merupakan sarana penting untuk membuka diri kita terhadap perbaikan-perbaikan. Mereka yang tertutup cenderung tidak mau mendengar dan merasa bahwa yang sudah dilakukannya adalah yang paling benar. Jika seperti ini, jangankan menjalankan saran, menerimanya saja sulit.



2. Good listeners listen with ears, Great listeners listen with heart
Masukan sudah diterima, tetapi ingat bahwa pendengar yang hebat tidak hanya mendengarkan dengan telinganya, tetapi juga dengan hatinya. Maksudnya adalah saring masukan-masukan orang tersebut dan pikirkan secara lebih jernih dan matang. Terima dulu, kemudian saring mana yang bermanfaat untuk pengembangan diri dan mana yang tidak. Contoh kasus si tukang ikan adalah hanya mendengarkan dengan telinga, tetapi tidak menggunakan hati dan mempertimbangkan untuk perkembangannya sehingga malah merugikan dirinya sendiri.



3. Kita tidak akan pernah memuaskan semua orang
Tetapkan mana saran dan kritik yang ingin diambil, dan tidak usah memusingkan pilihan yang lain. Asalkan kita yakin bahwa saran tersebut baik untuk kita agar bisa terus berkembang. Kenapa begitu? Karena kita tidak akan bisa memuaskan semua orang sampai kapan pun. Hanya diri kita yang tahu mana yang terbaik untuk diri kita. Orang lain hanya sebagai pemberi masukan, bukan berarti setiap masukan itu harus dituruti bukan? Setiap masukan juga pasti ada konsekuensi positif dan negatifnya, sehingga bijaksanalah dalam memilih yang terbaik.




4. Be the best version of you!

Apa sih manfaat kritik dan saran itu? Hanya satu: agar kita dapat memberi yang terbaik dari diri kita. Jadi, selama saran itu justru malah menghancurkan dan membuat diri kita semakin lambat berkembang, justru sebaiknya dievaluasi dan dipikirkan kembali. Seperti contoh kasus tukang ikan. Jika Anda menjadi seperti pedagang itu, apa yang akan Anda lakukan? Be the best version of you and great result will follow.


Semoga bermanfaat dan menginspirasi !

Sabtu, 04 Agustus 2018

Salah Ucap, Bisa Berarti "Masalah"

Kalimat
"Dibunuh golok"
atau
"Dibunuh pake golok"

Dua kalimat itu bisa bermakna ganda, serupa tapi tak sama.
Dimana "Dibunuh golok" (bisa bermakna: dibunuh oleh si golok. Si golok disini sebagai subjek/ pelaku kejahatan. Si golok yang bersalah), sedangkan
"Dibunuh pake golok" (bisa bermakna: dibunuh menggunakan golok. Aka yang ngebunuh bukan si golok tapi si golok hanya merupakan Objek yang dipakai oleh si pelaku kejahatan. Si goloknya enggak bersalah).

Kasusnya mungkin hampir serupa dengan kasus beberapa waktu lalu. Enggak berusaha mengungkit ataupun membela yah, hanya menjadikan contoh.
Bahwa kita harus berhati-hati dengan kata-kata yang keluar dari mulut ataupun jempol kita, karena kata-kata yg keluar itulah yang akan diterima oleh orang lain. Baik itu maksudnya memang seperti itu, ataupun tidak bermaksud seperti itu.
Kita enggak bisa kan bilang bahwa salah satu pihak terlalu "sensitif"... yaa karena memang kata-kata yang keluar seperti itu kok, meskipun si sumber (komunikator) mengatakan dia tidak bermaksud seperti itu, tapi penerima (komunikan) kan tidak tahu dan tidak akan langsung percaya apakah benar maksudnya seperti itu atau tidak. (Kebanyakan dari kita kan gak bisa baca pikiran atau hati orang lain. Dalamnya laut bisa dicari tahu, dalamnya hati orang siapa yang tau... cieeehhh naha jadi kadieu 😋)

Dan camkan, KATA-KATA YANG SUDAH KELUAR TIDAK DAPAT DITARIK KEMBALI (hanya bisa dimaafkan atau dilupakan, itupun kalo yang denger mau 😋).

Jika tidak ingin menjadi masalah, ada beberapa pilihan, diantaranya (ini menurut saya loh ya):
Pertama, lebih teliti kata/ kalimat yg akan diucapkan.
Kedua, bersikap kesatria dengan mau mengakui kesalahan dan meminta maaf bahkan bila harus di muka umum, atau bahkan menjalani hukuman yang lebih berat (😖😖😖 oh nooo!!!).
Atau yang ketiga, (kalo kamu sadar belum bisa berkata-kata yang benar dan yakin gak bakalan menyakiti hati dan "peurasaan" orang lain) mending diem aje deh... hehe daripada jadi masalah... Ner nggak 😋😉

sumber : just my irmagination

Rabu, 01 Agustus 2018

Lidah Memang Tak Bertulang - Jagalah Lisanmu

Dari Abu Darda bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada sesuatu yang paling berat timbangannya bagi mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang bagus. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang buruk tutur katanya dan jorok (cabul).” (Abu Dawud dan Turmudzi).

Dari Jabir bin Abdullah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kamu dan paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya. Dan sesungguhnya yang paling aku benci di antara kamu dan paling jauh tempatnya dariku pada hari kiamat adalah orang yang banyak bicara tanpa manfaat, yang banyak bicara dibuat-buat, dan memenuhi mulutnya dengan segala macam perkataan (tak berbobot).” (Turmudzi].

Dari diri kita yang paling harus dijaga dalam bergaul dengan masyarakat adalah lidah kita. Tidak sedikit orang celaka karena tidak mampu mengontrol perkataannya.

Mu’adz bin Jabal r.a. diajarkan langsung tentang hal itu oleh Rasulullah saw. “Senangkah kamu jika aku beritahukan apa yang menguasai (mencukupi) itu semua?” Mu’adz menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. bersabda, “Tahanlah olehmu ini!” Rasulullah saw. menunjuk lidahnya. Mu’adz berkata, “Wahai Nabiyullah, apakah kita akan dituntut dengan apa yang kita ucapkan?” Rasulullah saw. menjawab, “Celakalah kamu, wahai Mu’adz, bukankah manusia dapat tersungkur ke dalam neraka hanya karena kata-kata yang keluar dari lidahnya?”

Karena itu, menjaga lidah bukan hanya selamat diri dari kemarahan orang yang mendengar, tetapi juga selamat dari siksa neraka. Sahal bin Sa’ad Al-Sa’idi r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang menjamin (memelihara) untukku apa yang ada di antara kedua kakinya dan apa yang ada di antara kedua janggutnya (lidahnya), aku menjamin baginya (masuk) surga.” (Bukhari)

Uqbah bin ‘Amir r.a. berkata, “Wahai Rasulullah, di manakah tempat keselamatan itu?” Rasulullah menjawab, “Tahanlah lidahmu, rumahmu meski mencukupimu dan menangislah atas segala kesalahanmu.” (Turmudzi dan Silsilah Shahihah)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengucapkan kata-kata yang baik atau diam.” (Bukhari dan Muslim).[Mochamad Bugi, 20 Rambu Dalam Hidup Bermasyarakat, dakwatuna.com 14/5/2008 | 09 Jumadil Awal 1429 H].

Banyak orang yang ketika berbicara karena tidak pandainya memilih kata dan kalimat yang baik sehingga yang keluar adalah kalimat yang menyakitkan sehingga membuat orang tersinggung, antipasti bahkan mungkin marah. Maka hal yang terbaik dikala tidak pandai berbicara adalah diam, sebagai mana kualitas orang yang diam itu sama dengan emas, yang banyak bicara dinyatakan sebagai logam.

Rasulullah sendiri dengan tegas melarang kita banyak bicara yang sia-sia.
"Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hari, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras." (HR. Turmudji)

 Kita lihat banyak orang berbicara tapi ternyata tidak mulia dengan kata-katanya. Banyak orang berkata tanpa bisa menjaga diri, padahal kata-kata yang terucapkan harus selalu dipertanggung-jawabkan, yang siapa tahu akan menyeretnya ke dalam kesulitan. Sebelum berkata, kita yang menawan kata-kata, tapi sesudah kata terucapkan kitalah yang ditawan kata-kata kita. Rasulullah bersabda : " Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Maka barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya". (HR. Abu Hatim).

 Dari Sahl bin Sa'ad as Saidi, dia berkata: "Barang siapa menjamin bagiku apa yang ada diantara dua tulang rahangnya (lidah) dan yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan), niscaya akan aku jamin surga baginya."(HR. Bukhari).

Dalam hadits lain Rasulullah bersabada; "Barangsiap menjaga dari kejahatan qabqabnya, dzabdzabnya, dan laglagnya, niscaya ia akan terjaga dari kejahatan seluruhnya."(HR. Ad Dailami) Yang dimaksud qabqab adalah perut, Dzaabdzab adalah kemaluan, dan Laqlaq adalah lidah.

 Maka tampaknya adalah menjadi wajib bagi siapapun yang ingin membersihkan hatinya, mengangkat derajatnya dalam pandangan Allah Ajjaa Wa Jallaa, ingin hidup lebih ringan terhindar dari bala bencana, untuk bersungguh-sungguh menjaga lisannya. Aktivitas berbicara bukanlah perkara panjang atau pendeknya, tapi berbicara adalah perkara yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya.

Ada sebuah kisah, suatu waktu ada seseorang bertanya tentang suatu tempat yang ternyata tempat tersebut adalah tempat mangkal "wanita tuna susila". "Dimana sih tempat x ?" Lalu si orang yang ditanya menunjuk ke arah suatu tempat dan hanya dengan "Tuh !", lalu si penanya datang ke sana dan naudzubillah dia berbuat maksiat, di pulang, lalu dia sebarkan lagi kepada teman-temannya, lalu berbondong-bondong orang ke sana, berganti hari, minggu, dan tahun. Maka setiap ada orang yang bermaksiat di sana, orang yang menunjukkan itu memikul dosanya, padahal dia hanya berkata : "Tuh !", cuman tiga huruf. Setiap hari orang berzina di sana, maka pikul tuh dosanya, karena dia telah memberi jalan bagi orang lain untuk bermaksiat dengan menunjukkan tempatnya.

 Jadi waspada, dengan lidah, menggerakkannya memang mudah, tidak perlu pakai tenaga besar, tidak perlu pakai biaya mahal, tapi bencana bisa datang kepada kita. Berbicara itu baik, tapi diam jauh lebih bermutu. Dan ada yang lebih hebat dari diam, yaitu BERKATA BENAR.



 sumber : dari berbagai sumber

7 Ciri Orang Cerdas

Dari mana kita bisa menyimpulkan apakah seseorang itu cerdas atau tidak? Dari penampilannya? Atau dari gaya bicaranya? Ya begitulah, orang terkadang melihat orang lain dari penampilannya saja. Atau dari apa yang terlihat. Banyak yang menilai orang cerdas dari apa yang dia kenakan, status sosialnya ataupun kesuksesannya. Padahal kecerdasan orang terkadang tidak terlihat. Bisa karena dia memang menyembunyikan talenta yang dia punya berupa kecerdasan, atau karena dia memang tidak sadar bahwa dia adalah orang yang cerdas.

Nah berbicara soal orang cerdas, banyak lho orang yang tidak sadar bahwa dia adalah orang cerdas. Dia merasa biasa-biasa saja, atau bahkan memiliki  kemampuan jauh di bawah teman-temannya. Sebaliknya, ada orang yang dari luar kelihatan sangat cerdas. Penampilan meyakinkan, tapi setelah diamati, ternyata apa yang dibicarakan tidak semeyakinkan penampilannya. Ternyata isi kepalanya tidak secerdas yang kita kira. Nah, supaya kita tidak salah dalam membuat penilaian, kita perlu tahu ciri-ciri orang cerdas. Intinya nanti, jika kamu menemukan orang yang memiliki 10 sifat ini, dialah orang cerdas yang sebenarnya! Baik dia sadari ataupun tidak dia sadari.


1. Orang yang rasa penasarannya besar

Orang cerdas selalu merasa ingin tahu tentang hal-hal yang belum dia ketahui. Karena mereka punya rasa penasaran yang sangat besar. Rasa penasaran pula yang mendorong orang-orang penting akhirnya menemukan hal luar biasa. Coba pikirkan, tanpa rasa penasaran, Thomas Alva Edison tidak akan menemukan lampu pijar pertama, Alexander Graham Bell tidak akan menemukan telefon dan Jack Dorsey tidak akan menciptakan twitter, juga Mark Zuckerberg tidak membuat facebook. Mereka adalah orang-orang cerdas di zaman berbeda. Kamu gimana, sering ngerasa penasaran sama sesuatu gak?

2. Orang yang banyak pertanyaan alias banyak nanya.

Banyak yang bilang, orang pintar adalah orang yang selalu bisa memberikan jawaban. Tapi orang cerdas adalah orang yang mencari jawaban. Orang cerdas itu tidak malu untuk tanya. Tidak takut terlihat bodoh. Orang cerdas bahkan sangat menyadari bahwa banyak hal yang tidak dia mengerti. Karena semakin dia tahu, semakin juga dia merasa tidak tahu. Keingintahuannya atas hal yang tidak dia ketahui membuatnya tidak gengsi bertanya kepada siapapun dan apapun yang dia anggap bisa memberikan jawaban.


3. Orang yang gak gampang percaya, suka menyelidiki kebenaran

Orang cerdas biasanya gak gampang percaya sama omongan orang sebelum dia yakin bahwa itu adalah kebenaran. Jadi tidak mudah terhasut, juga tidak mudah dibohongi. Dia punya keingintahuan untuk membuktikan apa yang dia dengar. Dia menggunakan logikanya dalam menerima informasi. Sehingga tidak asal iya-iya dan angguk-angguk saja. Dalam hati kecilnya, dia sering bertanya “Apa iya sih begitu?”


4. Orang yang gak takut salah dan mengakui kesalahan.

“I know one thing: that I know nothing” – Socrates (Socrater mengatakan “Satu hal yang saya tahu: bahwa saya tidak tahu apa-apa”) Seperti itulah sikap orang cerdas. Tapi ketidaktahuannya itu tidak lantas membuatnya takut untuk mencoba sesuatu. Orang cerdas justru punya keberanian untuk melakukan hal baru dan tidak takut salah. Jika pun akhirnya dia melakukan kesalahan, dia tidak akan gengsi untuk mengaku bahwa dia memang salah. Seperti sikapnya yang mengakui ketidaktahuannya.


5. Orang yang berkali-kali gagal dan mampu belajar dari kegagalan

Keberaniannya untuk melakukan hal baru, seringkali membuat orang cerdas mengalami kegagalan. Tapi tak masalah, memang seperti itulah orang cerdas. Sering gagal, tapi lebih sering lagi belajar dari kegagalan. Toh Larry Page, harus berkali-kali melakukan percobaan sampai bisa membuat Google, begitu pula dengan Steve jobs, si Cerdas pembuat Apple. Jadi tak masalah jika kita gagal, sejauh kita belajar dari kegagalan itu.


6. Orang yang punya selera seni

Dr. Gordon Shaw seorang profesor Emeritus of Physics di UC-Irvine dan Dr. Frances Rauscher seorang profesor dari University of Wisconsin Oshkosh pernah melakukan penelitian terkait pengaruh mendengarkan terhadap otak. Hasilnya, diketahui bahwa mendengarkan musik dapat menyehatkan otak dan sistem syaraf. Itulah sebabnya, kebanyakan orang cerdas adalah orang yang menikmati musik. Kalaupun bukan musik, bisa juga cabang seni lain. Misalnya seni lukis, atau menari. Seperti artikel saya sebelumnya yang menyebutkan bahwa orang yang suka menari cenderung punya otak cerdas.

7. Orang yang mikir dulu sebelum bicara. Gak asal omong

Sebelum bicara, pikir dulu coy! (thepeacefulbirthproject.org)

Orang cerdas biasanya akan mikir dulu sebelum ngomong. Sehingga dia akan memastikan bahwa yang dia katakan adalah benar, tidak menyakitkan dan bermanfaat. Dia juga tahu kapan harus ngomong, kapan harus diam. Kalau dirasa apa yang dibicarakan belum tentu benar, tidak ada manfaatnya dan menyakiti orang lain, dia akan memilih untuk diam. Seperti itulah orang cerdas yang sebenarnya, tidak hanya memakai kepala tapi juga perasaan.


sumber : isigood.com

 

 

Arti kata Eid Mubarak Bagaimana Membalas Ucapan Happy Eid Mubarak

Eid Mubarak merupakan ungkapan bahasa Arab yang lazim di ucapkan pada perayaan hari lebaran. Eid Mubarak artinya (arti kata sebenarnya) itu adalah:

• Eid atau aidul berarti hari raya

• Mubarak mempunyai arti diberkahi

Jadi secara keseluruhan Eid Mubarak artinya selamat merayakan hari raya yang diberkahi oleh Allah SWT. Atau bisa juga diartikan kira-kira seperti ini "Selamat Hari Raya Idul Fitri untukmu".

Di India jika ada seseorang yang mengucapkan “Eid Mubarak” , maka akan di balas dalam bahasa Urdu/Hindi yaitu, "Khair Mubarak", yang artinya kira-kira “Selamat hari bahagia untukmu".

Sedangkan dalam bahasa Arab, anda bisa membalasnya dengan ucapan "Eid saeed lakum 'aydaan", yang artinya kira-kira "Selamat Hari Raya Idul Fitri juga untukmu".

Wallahu A'lam Bishawab

5 Hal Ini Dirasakan Oleh Pemilik IQ Tinggi

Banyak dari kamu yang belum bisa memahami karakter dan  jalan pikiran orang yang pintar. Mereka seolah hidup di dunianya sendiri. Sebagian besar orang menganggapnya aneh. Kenapa bisa demikian? Karena ia terlalu pintar. Apa saja sih yang bisa dilihat dari ciri-ciri orang terlalu pintar? Simak yuk.

1. Sering berpikir Keras

Kamu suka memikirkan sesuatu hal terlalu dalam kemudian mencarinya. Tentu saja hal ini membuatmu kurang suka berbicara. Apalagi jika ada hal baru dan menarik, langsung saja kamu akan melakukan riset secara mandiri. Untuk mengutarakan pendapat dan opini sangat membutuhkan waktu lama. Di sinilah orang-orang akan menganggapmu aneh dan terlalu kutu buku demi hal yang menurut mereka sepele. Walaupun demikian, kamu juga bisa berteman, kok. 

2. Mudah Bosan Dengan Satu Pekerjaan

Jika ada pekerjaan atau kegiatan yang menurutnya lebih menarik, nggak jarang ia meninggalkan pekerjaan lama. Kreativitasnya akan membawanya pada tantangan yang lebih baru lagi. Kamu pun nggak bisa mencegahnya tanpa alasan yang benar-benar logis. Wajar saja kalau ia mengincar beberapa posisi yang menurut teman kerja sangat berisiko. Menyelesaikan pekerjaan pun kamu nggak terlalu suka berlama-lama. Atasanmu juga agak kesulitan untuk menanganimu.

3. Kikuk di Lingkungan Sosial

 Ini adalah hal yang wajar terjadi dan kamu alami apabila harus bertemu dengan orang banyak. Karena, kebiasaanmu menyendiri dan lebih suka melakukan kegiatan sendiri. Kamu akan senang apabila harus ngobrol dengan satu atau dua orang saja. Kamu bukanlah orang yang kurang menyenangkan, hanya saja mereka butuh sedikit waktu untuk memahami bahwa kamu punya karakter yang unik. Sedangkan kamu akan berusaha untuk menikmati keramaian.

4. Kurang Menyenangi Percakapan Kecil

Ini yang paling sering kamu rasakan. Biasanya orang akan sedikit melakukan percakapan kecil untuk mengakrabkan dirinya. Tapi, berbeda dengan kamu. Itu hanya membuang-buang waktu. Kamu suka sekali dengan percakapan seperti bertukar pikiran mengenai topik-topik khusus. Kalau kamu bertemu dengan teman yang mengajakmu ngobrol dengan suatu topik, kamu akan antusias sekali. Poin ini menjadi salah satu alasan bahwa kamu kurang bisa membaur dengan lingkungan sosial.

5. Sulit Jatuh Cinta

Bagi kebanyakan orang, poin ini nggak akan habis untuk dibahas. Tetapi, kamu lebih memilih mengabaikan. Alasannya cukup sederhana, kamu terlalu sibuk dengan hal yang kamu sukai. Kamu juga selalu menganalisa segala fenomena yang terjadi. Kamu bisa jatuh cinta dengan orang yang punya pemikiran yang sangat unik sehingga kamu tertarik untuk mendekatinya. Mengoreksi setiap perlakuan yang kamu berikan pun akan kamu lakukan. 


sumber : https://career.popbela.com 
 


9 Cara Orang Cerdas Tak Terpengaruh Teman 'Beracun'

Dalam hidupmu, kamu pasti akan bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam kepribadian dan karakter. Ada yang mungkin memberimu pengaruh positif, dan ada pula yang negatif. Kamu pasti suka dengan teman-teman yang memberi pengaruh positif, tapi susah rasanya menghadapi orang-orang yang memberi pengaruh negatif.
Keduanya butuh dihadapi dengan pikiran yang dewasa. Lalu bagaimana caranya agar kamu tak terpengaruh dengan orang-orang yang 'beracun' seperti itu? Ini cara cerdas menghadapinya.
  • Abaikan si pencari perhatian

    Biasanya, di dalam kelompok orang-orang 'beracun' selalu ada ketuanya. Dia yang jadi pusat dari segala omongan buruk dan asal segala hal negatif. Acuhkan saja si pencari perhatian ini daripada sakit hati sendiri.
  • Jangan menceritakan rahasia ke para penggosip

    Salah satu orang yang tak bisa dipercaya adalah mereka para penggosip. Jika kamu bertemu orang yang suka membicarakan orang lain, di belakang orang tersebut, jangan berpikir kamu tidak akan mengalami hal yang sama. Ia pasti juga akan membicarakan dirimu saat kamu tak ada. Jadi jangan berbagi cerita rahasia apa pun mengenai dirimu.
  • Habiskan waktu dengan teman-temanmu yang menyenangkan

    Daripada berdiam diri dan mendengar banyak omongan tak enak tentang dirimu atau orang-orang mulai menghindarimu dan tidak menyapamu karena pengaruh si teman 'beracun', sebaiknya kamu juga mulai cari udara segar, habiskan waktu dengan teman-teman yang menyenangkan.
  • Hindari orang-orang yang manipulatif

    Beberapa orang dengan mulut manis namun manipulatif biasanya disukai beberapa orang, tapi jangan sampai kamu juga ikut terjerumus ke dalam lingkaran pertemanan mereka. Kamu cukup mengenal siapa mereka, tetap bersikap baik pada mereka.
  • Biarkan dan abaikan sindiran dan omongan miring

    Kamu pasti akan sakit hati mendengar dan melihat sikap mereka yang menyebalkan, apalagi ketika mereka tak menganggapmu. Well, abaikan saja, kamu hidup untuk bahagia kan? Jadi biarkan saja mereka tetap bicara, menyindir, membicarakan keburukanmu dan lain sebagainya.
  • Jangan terpancing, Kendalikan emosi

    Selalu kendalikan emosi saat berada di dekat mereka. Kamu tahu mereka akan memberi pengaruh tak baik, dan hanya membuang-buang waktu jika kamu harus memasukkan semua omongan mereka ke dalam hatimu. Tak usah terpancing. Biarkan berlalu seperti kentut.
  • Jangan mau di-bully

    Kamu dilahirkan bukan untuk diremehkan dan di-bully. Ketika kamu mulai menerima perlakuan seperti ini, lawan. Pertama, biarkan saja mereka mau ngomong apa. Kedua, berjalanlah tegak dan percaya diri. Ketiga, pasang wajah cuek dan 'jahat', dan mereka akan benci sendiri melihat sikapmu, karena kamu tak terpengaruh sama sekali.
  • Selalu bersikap baiklah pada mereka dan jadilah bahagia

    Jangan pernah membalas mereka dengan perlakukan buruk, ini menjadikanmu sama buruknya. Meski memang sangat kesal, tetap bersikap baiklah, apalagi ketika mereka tiba-tiba ada butuhnya sama kamu. Beri saja bantuan, itu menunjukkan bahwa mereka munafik. Kamu akan tertawa sendiri nantinya.
  • Keluar dari lingkungan tersebut

    Tak kuat dengan tindakan dan omongan mereka? Cara terbaik menghindarinya adalah keluar dari lingkungan tersebut. Tak ada gunanya terus-terusan di situ. Hanya jadi sumber stres.

Apapun yang kamu hadapi dalam hidup, kamu pasti akan belajar banyak tentang semua itu, termasuk ketika bertemu 'teman-teman beracun'. Selalu ambil sisi positifnya dan jadilah lebih dewasa ya Ladies.



myirmagination.blogspot.com
sumber :  vemale.com

Kamis, 19 Juli 2018

GOSSIP Gosip Apa Itu?


GARA-GARA GOSSIP, hidupmu bisa lebih penuh intrik daripada film atau sinetron.


Apakah gossip itu selalu jelek? Hal itu bergantung pada bagaimana kamu mendefinisikan ”gosip”. Jika kata itu sekadar memaksudkan obrolan santai yg berisi informasi yang berguna, misalnya siapa yang mau menikah atau yang baru punya bayi mungkin tidak ada salahnya.
Akan tetapi, obrolan santai dapat dengan mudah berbelok menjadi gosip yang merugikan. Misalnya, komentar yang polos bahwa ”Ujang dan Susi pasti serasi kalau mereka berpacaran” mungkin diceritakan lagi menjadi ”Ujang dan Susi sedang berpacaran”​—padahal Ujang dan Susi tidak punya perasaan apa-apa terhadap satu sama lain. Mungkin, menurutmu, ’Ini kan bukan problem serius’​—kecuali, tentu saja, jika kamu adalah Ujang atau Susi!

Yuli, 18 tahun, pernah menjadi korban gosip, sehingga ia sakit hati. ”Aku marah sekali,” katanya, ”dan aku jadi sulit mempercayai orang lain."

Salah tiga fungsi dari gossip :
  • Menghibur, gossip adalah suatu hiburan tersendiri.
  • Mengembangkan cerita. Bumbu adalah suatu penyegar dalam gossip. Cerita yang jujur bisa berkembang menjadi sebuah cerita dengan sejuta bumbu.
  • Meningkatkan status sosial, sudah barang tentu siapa yang lebih sering digosipkan, dialah yang paling populer 😋
Kejelekan gossip adalah saat gossip itu dianggap sebagai suatu kebenaran. Kita selalu melihat bias karena informasi yang kita dapat tidak lengkap (hanya dari sebelah pihak, tidak menyeluruh) atau telah corrupt (ada fakta atau data yg hilang atau sengaja dihilangkan). Hal ini dikarenakan informasi yang menyebar seringkali tidak obyektif dan reliable (lidah tak bertulang gaes!).
Seringkali gossip bersifat merusak karena berasal dari sumber yang seakan-akan dapat dipercaya dengan fakta yang seakan kuat, sehingga gossip itu diterima sebagai informasi.

Dalam bentuk extrem hal ini dapat berupa hoax, fraud, atau disinformation.
Gosip yang mencelakakan itu seperti senjata berbahaya yang dapat menghancurkan reputasi orang lain.

”Orang yang menjaga mulutnya memelihara jiwanya. Orang yang membuka lebar bibirnya​—ia akan menemui kebinasaan.”

TIPS
Jika kamu mendengar gosip, kamu bisa menanggapi dengan mengatakan, ”Rasanya tidak enak membicarakan hal ini. Lagi pula, orangnya tidak di sini untuk membela diri.”

TAHUKAH KAMU . . . ?
Mendengarkan gosip saja sudah bisa membuatmu punya andil. Dengan mengizinkan si penggosip terus berbicara, kamu membiarkan informasi itu menyebar dengan kecepatan penuh!


Gimana Cara Membuat Gossip?
Prinsip dasar sebuah gossip sama dengan prinsip dasar berbohong.
  1. Pilih topik yang sedang in, hangat dan terbaru
  2. Cukup menyimpangkan sedikit dari fakta yang ada (disinformasi)
  3. Sembunyikan fakta yang melemahkan.
  4. Tegaskan fakta yang meyakinkan walaupun spekulatif atau mengada-ada.
  5. Jika gossip itu tanpa dasar kembangkan dengan se-ekstrim dan sebesar mungkin. Main klaim tanpa dasar yang kuat bisa dilakukan
  6. Kasih referensi yang seakan kuat tapi susah dicrosscek.
  7. Sebarkan melalui sumber yang bisa dipercaya.
  8. Jangan pernah meragukan kebohonganmu.
  9. Jika kebohongan itu bisa meyakinkanmu itulah kebohongan sejati 😋
Setelah anda mahir membuat gossip maka jangan disalahgunakan ya…
Jika anda berhasil membuat beberapa gossip, maka anda pantas mendapatkan predikat sebagai Biang Gossip. Yess!
 


Minggu, 12 Oktober 2014

Cara Menghitung Output Sebenarnya dari Power Bank

Saya coba-coba membeli sebuah Power Bank yang berkapasitas kecil, kebetulan lg ada discount :P  di labelnya tercetak 4800mAH. Tapi saya penasaran, apa betul Power Bank tersebut sesuai dengan yg di iklankan... berhubung harganya murah sangat... (padahal sebelum-sebelumnya saya beli Power Bank gak pernah ada keinginan untuk cek berapa outputnya)

Akhirnya belilah suatu alat untuk mengetes output Power Bank (bisa juga dipakai untuk tes output baterai, mouse, kipas, dll) namanya Power Bank & Charger Tester, colokannya menggunakan USB (OUT) dan IN-nya menggunakan micro USB. Harganya kisaran 20-25 ribu rupiah.
ini penampakannya

Power Bank & Charger Tester - USB Power Current and Voltage Tester 

Setelah dicoba... lha agak bingung... kok tertulisnya 3,7 V dan 0,71-0,75 A ... gimana ini...
Googling deh....
Dapatnya gini

Tegangan baterai pada Power Bank biasanya 3,7 Volt sedangkan untuk keperluan pengisian gadget (output) diperlukan tegangan 5 Volt.Selain konversi tegangan tersebut, juga ada yg disebut dengan power loss atau tenaga yang hilang saat proses pengisian.  Kehilangan daya ini ditentukan juga oleh jenis dan banyaknya material2 yang dilewati arus listrik dalam proses pengisian, dan lain-lain termasuk sebagian menjadi energi panas.  Power loss ini dianggap sebesar 20%.
Kita misalkan sebuah Power Bank berkapasitas 10.000 mAh, maka kapasitas sebenarnya adalah :
(3,7 V / 5 V) x 10.000 mAh = 7.400 mAh
Jika dihitung dengan power loss 20% saat proses pengisian, maka kapasitasnya adalah :
7.400 mAh – (7.400 mAh x 20%) = 7.400 mAh – 1.480 mAh = 5.920 mAh

Jadi kapasitas yang sebenarnya dapat kita andalkan adalah 5.920 mAh.  Jika kapasitas baterai gadget kita 2.800 mAh maka Power Bank tersebut dapat melakukan pengisian sebanyak 2X, dengan asumsi gatget kita dalam kondisi OFF saat proses pengisian.  Karena jika gadget dalam kondisi ON, maka Power Bank selain melakukan proses pengisian baterai gadget, juga sekaligus memenuhi kebutuhan daya gadget kita yang sedang aktif tersebut sehingga daya pada Power Bank cepat terkuras.
Tips :
Untuk menghitung cepat perkiraan kapasitas mendekati sebenarnya sebuah Power Bank adalah kapasitas yang tertulis dikalikan dengan 60% atau 0.6.


Oke deh, saya coba hitung untuk Power Bank yg saya miliki yaitu 4800mAH
(3,7 V / 5 V) x 4.800 mAh = 3.552 mAh
3.552 mAh - 20% = 2.841 mAH

2.841 mAH  artinya arus keluarannya 2.841 mili Ampere per Hour


Nah sekarang, jika dihubungkan dengan hasil pembacaan Power Bank & Charger Tester, yang menunjukkan

3,7 V dan 0,71-0,75 A

Gumana yaaaa..... oalah... masih bingung ini.... ada yg bisa bantuin ???


Selasa, 22 Juni 2010

Mencoba Menjadi Psikiater

Franz Anton Mesmer (1734) percaya bahwa tubuh manusia mengandung suatu substansi magnetis yang cair. Ia menciptakan suatu metode yang sangat popular tentang mengobati penyakit dengan menggunakan magnit dan hipnotis.

Dalam tahun 1791, Franz Joseph Gall mengembangkan suatu ilmu pengetahuan baru yang disebut “Frenologi.” Ia percaya bahwa tingkah laku orang dapat dideteksi dengan benjolan-benjolan pada kepala mereka. Sebagai contoh, kalau seseorang dipenuhi dengan kesombongan, organ rasa harga diri akan membesar dibandingkan dengan organ-organ lain di dalam otak. Pembesaran organ itu akan menyebabkan suatu benjolan yang dapat dirasakan oleh sang dokter. Ernst Kretschmer, di lain pihak, percaya bahwa bentuk tubuh seorang individu menentukan tindakan-tindakannya. Untuk membuktikan teorinya ia menulis sebuah buku berjudul Physique and Character.

Saat ini, ada lebih dari 300 aliran terapi atau pendekatan psikologis untuk berurusan dengan luka dan gangguan emosional manusia. Seseorang dapat menjadi sangat dibingungkan oleh banyaknya suara dari mereka yang bergelut dalam bidang-bidang psikologi dan konseling yang bersaing dengan beranggapan bahwa pendekatan mereka adalah cara yang paling baik.

Manusia memang benar-benar gila; ia tidak dapat membuat seekor cacing, namun demikian ia akan membuat berlusin-lusin dewa.__Michel de Montaigne

Adalah mengagumkan apa yang telah dilakukan manusia terhadap manusia lainnya. Dengan sedikit informasi, kita memprogram dan mengarahkan hidup mereka, seringkali dalam nama ilmu pengetahuan dan minat terhadap kemanusiaan.

Untuk sementara, marilah menganggap bahwa anda adalah seorang psikiater yang terkenal di dunia. Anda telah dilatih di sekolah-sekolah yang terbaik di negeri ini. Anda telah menulis buku-buku dan memberikan kuliah tentang gangguan mental. Saya sekarang membawakan kepada anda tiga buah studi kasus untuk didiagnosis oleh anda.


Studi kasus 1

Pasien pertama adalah seorang gadis berusia enam belas tahun. Ia adalah seorang piatu dan diwariskan ke pemeliharaan neneknya oleh sang ibu. Ibu itu berpisah dari seorang suami yang kecanduan alkohol, yang sekarang sudah meninggal dunia. Ibu itu menolak gadis yang polos tersebut. Anak itu terbukti mencuri permen. Pada usia lima tahun ia menelan sekeping mata uang untuk menarik perhatian. Sang ayah sangat sayang terhadap anak itu. Gadis kecil itu hidup dalam fantasi sebagai putri kesayangan dalam rumah tangga ayahnya selama bertahun-tahun. Ia memiliki empat orang paman dan bibi yang masih muda yang tinggal di dalamrumah itu. Mereka tidak dapat diatur oleh sang nenek, yang adalah seorang janda. Seorang pamannya pemabuk, mempunyai skandal cinta, dan mengunci dirinya di dalam kamar. Sang nenek memutuskan untuk lebih tegas terhadap anak-anak. Ia berpakaian aneh dengan mengenakan pakaian cucunya. Ia melarang gadis muda itu mempunyai teman bermain. Ia meletakkan sang gadis seolah-olah terkurung untuk menjaga dia agar tetap dapat diatur. Sang nenek tidak mengirimnya ke sekolah dasar. Seorang bibi dari sisi ayah keluarga itu pincang dan sang paman menderita asma. Bagaimana nantinya keadaan gadis muda ini ?


Studi kasus 2

Pasien kedua adalah seorang anak laki-laki yang sedang belajar di sekolah menengah atas. Ia telah mendapatkan sertifikat dari dokter yang menyatakan bahwa suatu gangguan mental yang berat membuatnya perlu baginya untuk meninggalkan sekolah selama enam bulan. Anak itu bukanlah seorang siswa yang serba bisa. Ia tidak mempunyai sahabat. Guru-gurunya menganggap dia sebagai suatu persoalan. Ia lamban dalam berbicara. Ayahnya merasa malu akan kekurangan anaknya dalam hal kemampuan berolahraga. Ia sangat sulit menyesuaikan diri dengan keadaan sekolah. Anak itu mempunyai masalah dengan perangainya. Ia membentuk “agamanya” sendiri dan bernyanyi untuk dirinya sendiri. Orang tuanya memandang dia sebagai anak yang berbeda. Bagaimana nantinya keadaan anak ini?


Studi kasus 3

Pasien ketiga adalah seorang anak laki-laki berusia enam tahun. Ia mempunyai ukuran kepala yang besar pada saat dilahirkan. Para dokter berpikir bahwa ia mempunyai gangguan dengan otaknya. Tiga orang dari saudara kandungnya telah mati sebelum lahir. Ibunya tidak setuju dengan anggota-anggota keluarga yang lain serta tetangganya yang beranggapan bahwa anaknya mungkin tidak normal. Anak itu dikirim ke sekolah dan didiagnosis mengalami gangguan mental oleh sang guru. Ibunya marah dan menariknya keluar dari sekolah. Ia berkata bahwa ia akan mengajar sendiri anaknya itu. Bagaimana nantinya keadaan anak tersebut ?
Sebagai psikiater termasyhur di dunia, anda sekarang dapat mendiagnosis bagaimana ketiga orang muda itu akan menjadi dewasa dikelak kemudian hari dalam hidup mereka.


***
Sekarang, ketiga anak tersebut benar-benar bertumbuh dewasa. Mereka telah memberikan sumbangsih kepada masyarakat meskipun dahulunya mereka mempunyai lingkungan-lingkungan yang negatif. Mereka benar-benar menjadi produktif, meskipun banyak orang berkata bahwa mereka tidak pernah diperhitungkan dalam arti apapun. Studi kasus nomor satu adalah Eleanor Roosevelt (istri Presiden F.D. Roosevelt). Studi kasus nomor dua adalah Albert Einstein. Studi kasus nomor tiga adalah Thomas Alva Edison.

Pernahkah anda telah bertumbuh dewasa dalam suatu keadaan lingkungan yang negatif dan bahkan memusuhi anda? Apakah orang lain berkata kepada anda bahwa anda tidak akan pernah diperhitungkan dalam hal apapun? Pernahkah anda merasa sepertinya keberpihakan untuk berhasil dalam hidup ini adalah melawan anda?
Well... Anda tidak sendirian.



Bookmark and Share




Disqus for MaTaDaGa