Tampilkan postingan dengan label Kecerdasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecerdasan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2018

Jenius Bukan Tentang IQ, Ini 7 Tanda Kamu Punya Otak di Atas Rata-rata

Apa kamu tahu bahwa mungkin saja kamu jenius?
Bahkan jika kamu berpikir bahwa kamu gak seberapa pintar dan cerdas, kamu bisa saja memiliki banyak karakteristik unik yang dimiliki banyak orang cerdas. Faktanya, ternyata memang banyak orang jenius yang memiliki kebiasaan sama.
Jika ada tanda-tanda di bawah ini yang kamu miliki, sangat mungkin bahwa kamu sebenarnya lebih pintar dari yang kamu kira. Penasaran? Cek yuk!


1. Kamu selalu penasaran terhadap apapun.

Apakah kamu secara bertahap membaca jurnal, mengikuti beberapa blog dan seringkali browsing hanya untuk mengetahui jawaban atas pertanyaanmu? Apakah kamu melakukan eksperimen kecil untuk mengetahui apa yang terjadi, seperti mencampur beberapa bahan makanan ekstra ke dalam masakan buatanmu?
Orang jenius pada dasarnya adalah orang yang selalu ingin tahu. Mereka selalu menemukan pertanyaan dalam kepala mereka dan kemudian berusaha untuk menemukan jawabannya.

2. Kamu sering bicara pada diri sendiri.

Jika kamu seringkali ditertawakan temanmu karena kamu seringkali ketahuan berbicara pada diri sendiri, ini adalah tanda bahwa kamu adalah seorang jenius.
Ketika kamu sedang memikirkan sebuah masalah maka dialog dan ide-ide seringkali muncul tanpa permisi. Semakin intens proses tersebut, maka semakin sering kamu berbicara dengan diri sendiri. Ibaratnya, kamu sering bergumam dalam diam.

3. Melihat buku tak terbaca akan membuatmu sangat gatal.

Banyak orang yang suka membaca buku. Dan orang jenius biasanya terobsesi dengan membaca buku, apapun itu.
Beberapa orang cerdas yang memiliki karakter unik biasanya fokus pada satu jenis buku saja, misalnya fiksi ilmiah atau manga. Namun tak menutup kemungkinan bahwa para jenius ini juga membaca berbagai macam jenis buku.
Tak peduli apa jenis buku kesukaanmu, jika rak bukumu penuh dan kamu selalu mencari hal baru untuk dibaca, kamu masuk ke dalam kategori jenius!

4. Kamu sering menantang batas dirimu sendiri.

Apakah kamu senang bermain logika, kata-kata dan trivia untuk mengetes otakmu? Jika demikian, kamu memiliki satu hal yang dimiliki orang jenius di luar sana. Banyak orang jenius yang senang bermain sudoku dan teka-teki silang sebagai kebiasaan yang selalu mereka lakukan.

5. Kamu pelupa.

Individu yang cerdas biasanya sering melupakan banyak hal karena otak mereka sering dipenuhi oleh banyak hal sehingga kadang mereka menjadi pelupa. Mereka menjadi sibuk dengan berbagai proyek dan ide. Hasilnya, hal-hal sederhana akan terlempar keluar dan dilupakan.
Pernah gak kamu memasuki ruangan dan lupa kenapa kamu ada di sana?
Nah...

6. Kamu memiliki masa lalu yang sedikit berbeda dari orang kebanyakan.

 

7. Kamu seringkali panik dan overthinking terhadap hal yang bahkan belum terjadi.

Mungkin kamu berpikir bahwa orang jenius biasanya penuh percaya diri. Kenyataannya adalah, para jenius biasanya penuh akan keraguan. Mereka tahu bahwa tak akan ada jawaban hitam dan putih, serta kebenaran akan sesuatu biasanya akan terus berubah. Sayangnya, ini juga memicu mereka untuk selalu merasa tak percaya diri.

Sumber : idntimes.com

 

 

7 Ciri Orang Cerdas

Dari mana kita bisa menyimpulkan apakah seseorang itu cerdas atau tidak? Dari penampilannya? Atau dari gaya bicaranya? Ya begitulah, orang terkadang melihat orang lain dari penampilannya saja. Atau dari apa yang terlihat. Banyak yang menilai orang cerdas dari apa yang dia kenakan, status sosialnya ataupun kesuksesannya. Padahal kecerdasan orang terkadang tidak terlihat. Bisa karena dia memang menyembunyikan talenta yang dia punya berupa kecerdasan, atau karena dia memang tidak sadar bahwa dia adalah orang yang cerdas.

Nah berbicara soal orang cerdas, banyak lho orang yang tidak sadar bahwa dia adalah orang cerdas. Dia merasa biasa-biasa saja, atau bahkan memiliki  kemampuan jauh di bawah teman-temannya. Sebaliknya, ada orang yang dari luar kelihatan sangat cerdas. Penampilan meyakinkan, tapi setelah diamati, ternyata apa yang dibicarakan tidak semeyakinkan penampilannya. Ternyata isi kepalanya tidak secerdas yang kita kira. Nah, supaya kita tidak salah dalam membuat penilaian, kita perlu tahu ciri-ciri orang cerdas. Intinya nanti, jika kamu menemukan orang yang memiliki 10 sifat ini, dialah orang cerdas yang sebenarnya! Baik dia sadari ataupun tidak dia sadari.


1. Orang yang rasa penasarannya besar

Orang cerdas selalu merasa ingin tahu tentang hal-hal yang belum dia ketahui. Karena mereka punya rasa penasaran yang sangat besar. Rasa penasaran pula yang mendorong orang-orang penting akhirnya menemukan hal luar biasa. Coba pikirkan, tanpa rasa penasaran, Thomas Alva Edison tidak akan menemukan lampu pijar pertama, Alexander Graham Bell tidak akan menemukan telefon dan Jack Dorsey tidak akan menciptakan twitter, juga Mark Zuckerberg tidak membuat facebook. Mereka adalah orang-orang cerdas di zaman berbeda. Kamu gimana, sering ngerasa penasaran sama sesuatu gak?

2. Orang yang banyak pertanyaan alias banyak nanya.

Banyak yang bilang, orang pintar adalah orang yang selalu bisa memberikan jawaban. Tapi orang cerdas adalah orang yang mencari jawaban. Orang cerdas itu tidak malu untuk tanya. Tidak takut terlihat bodoh. Orang cerdas bahkan sangat menyadari bahwa banyak hal yang tidak dia mengerti. Karena semakin dia tahu, semakin juga dia merasa tidak tahu. Keingintahuannya atas hal yang tidak dia ketahui membuatnya tidak gengsi bertanya kepada siapapun dan apapun yang dia anggap bisa memberikan jawaban.


3. Orang yang gak gampang percaya, suka menyelidiki kebenaran

Orang cerdas biasanya gak gampang percaya sama omongan orang sebelum dia yakin bahwa itu adalah kebenaran. Jadi tidak mudah terhasut, juga tidak mudah dibohongi. Dia punya keingintahuan untuk membuktikan apa yang dia dengar. Dia menggunakan logikanya dalam menerima informasi. Sehingga tidak asal iya-iya dan angguk-angguk saja. Dalam hati kecilnya, dia sering bertanya “Apa iya sih begitu?”


4. Orang yang gak takut salah dan mengakui kesalahan.

“I know one thing: that I know nothing” – Socrates (Socrater mengatakan “Satu hal yang saya tahu: bahwa saya tidak tahu apa-apa”) Seperti itulah sikap orang cerdas. Tapi ketidaktahuannya itu tidak lantas membuatnya takut untuk mencoba sesuatu. Orang cerdas justru punya keberanian untuk melakukan hal baru dan tidak takut salah. Jika pun akhirnya dia melakukan kesalahan, dia tidak akan gengsi untuk mengaku bahwa dia memang salah. Seperti sikapnya yang mengakui ketidaktahuannya.


5. Orang yang berkali-kali gagal dan mampu belajar dari kegagalan

Keberaniannya untuk melakukan hal baru, seringkali membuat orang cerdas mengalami kegagalan. Tapi tak masalah, memang seperti itulah orang cerdas. Sering gagal, tapi lebih sering lagi belajar dari kegagalan. Toh Larry Page, harus berkali-kali melakukan percobaan sampai bisa membuat Google, begitu pula dengan Steve jobs, si Cerdas pembuat Apple. Jadi tak masalah jika kita gagal, sejauh kita belajar dari kegagalan itu.


6. Orang yang punya selera seni

Dr. Gordon Shaw seorang profesor Emeritus of Physics di UC-Irvine dan Dr. Frances Rauscher seorang profesor dari University of Wisconsin Oshkosh pernah melakukan penelitian terkait pengaruh mendengarkan terhadap otak. Hasilnya, diketahui bahwa mendengarkan musik dapat menyehatkan otak dan sistem syaraf. Itulah sebabnya, kebanyakan orang cerdas adalah orang yang menikmati musik. Kalaupun bukan musik, bisa juga cabang seni lain. Misalnya seni lukis, atau menari. Seperti artikel saya sebelumnya yang menyebutkan bahwa orang yang suka menari cenderung punya otak cerdas.

7. Orang yang mikir dulu sebelum bicara. Gak asal omong

Sebelum bicara, pikir dulu coy! (thepeacefulbirthproject.org)

Orang cerdas biasanya akan mikir dulu sebelum ngomong. Sehingga dia akan memastikan bahwa yang dia katakan adalah benar, tidak menyakitkan dan bermanfaat. Dia juga tahu kapan harus ngomong, kapan harus diam. Kalau dirasa apa yang dibicarakan belum tentu benar, tidak ada manfaatnya dan menyakiti orang lain, dia akan memilih untuk diam. Seperti itulah orang cerdas yang sebenarnya, tidak hanya memakai kepala tapi juga perasaan.


sumber : isigood.com

 

 

5 Hal Ini Dirasakan Oleh Pemilik IQ Tinggi

Banyak dari kamu yang belum bisa memahami karakter dan  jalan pikiran orang yang pintar. Mereka seolah hidup di dunianya sendiri. Sebagian besar orang menganggapnya aneh. Kenapa bisa demikian? Karena ia terlalu pintar. Apa saja sih yang bisa dilihat dari ciri-ciri orang terlalu pintar? Simak yuk.

1. Sering berpikir Keras

Kamu suka memikirkan sesuatu hal terlalu dalam kemudian mencarinya. Tentu saja hal ini membuatmu kurang suka berbicara. Apalagi jika ada hal baru dan menarik, langsung saja kamu akan melakukan riset secara mandiri. Untuk mengutarakan pendapat dan opini sangat membutuhkan waktu lama. Di sinilah orang-orang akan menganggapmu aneh dan terlalu kutu buku demi hal yang menurut mereka sepele. Walaupun demikian, kamu juga bisa berteman, kok. 

2. Mudah Bosan Dengan Satu Pekerjaan

Jika ada pekerjaan atau kegiatan yang menurutnya lebih menarik, nggak jarang ia meninggalkan pekerjaan lama. Kreativitasnya akan membawanya pada tantangan yang lebih baru lagi. Kamu pun nggak bisa mencegahnya tanpa alasan yang benar-benar logis. Wajar saja kalau ia mengincar beberapa posisi yang menurut teman kerja sangat berisiko. Menyelesaikan pekerjaan pun kamu nggak terlalu suka berlama-lama. Atasanmu juga agak kesulitan untuk menanganimu.

3. Kikuk di Lingkungan Sosial

 Ini adalah hal yang wajar terjadi dan kamu alami apabila harus bertemu dengan orang banyak. Karena, kebiasaanmu menyendiri dan lebih suka melakukan kegiatan sendiri. Kamu akan senang apabila harus ngobrol dengan satu atau dua orang saja. Kamu bukanlah orang yang kurang menyenangkan, hanya saja mereka butuh sedikit waktu untuk memahami bahwa kamu punya karakter yang unik. Sedangkan kamu akan berusaha untuk menikmati keramaian.

4. Kurang Menyenangi Percakapan Kecil

Ini yang paling sering kamu rasakan. Biasanya orang akan sedikit melakukan percakapan kecil untuk mengakrabkan dirinya. Tapi, berbeda dengan kamu. Itu hanya membuang-buang waktu. Kamu suka sekali dengan percakapan seperti bertukar pikiran mengenai topik-topik khusus. Kalau kamu bertemu dengan teman yang mengajakmu ngobrol dengan suatu topik, kamu akan antusias sekali. Poin ini menjadi salah satu alasan bahwa kamu kurang bisa membaur dengan lingkungan sosial.

5. Sulit Jatuh Cinta

Bagi kebanyakan orang, poin ini nggak akan habis untuk dibahas. Tetapi, kamu lebih memilih mengabaikan. Alasannya cukup sederhana, kamu terlalu sibuk dengan hal yang kamu sukai. Kamu juga selalu menganalisa segala fenomena yang terjadi. Kamu bisa jatuh cinta dengan orang yang punya pemikiran yang sangat unik sehingga kamu tertarik untuk mendekatinya. Mengoreksi setiap perlakuan yang kamu berikan pun akan kamu lakukan. 


sumber : https://career.popbela.com 
 


9 Cara Orang Cerdas Tak Terpengaruh Teman 'Beracun'

Dalam hidupmu, kamu pasti akan bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam kepribadian dan karakter. Ada yang mungkin memberimu pengaruh positif, dan ada pula yang negatif. Kamu pasti suka dengan teman-teman yang memberi pengaruh positif, tapi susah rasanya menghadapi orang-orang yang memberi pengaruh negatif.
Keduanya butuh dihadapi dengan pikiran yang dewasa. Lalu bagaimana caranya agar kamu tak terpengaruh dengan orang-orang yang 'beracun' seperti itu? Ini cara cerdas menghadapinya.
  • Abaikan si pencari perhatian

    Biasanya, di dalam kelompok orang-orang 'beracun' selalu ada ketuanya. Dia yang jadi pusat dari segala omongan buruk dan asal segala hal negatif. Acuhkan saja si pencari perhatian ini daripada sakit hati sendiri.
  • Jangan menceritakan rahasia ke para penggosip

    Salah satu orang yang tak bisa dipercaya adalah mereka para penggosip. Jika kamu bertemu orang yang suka membicarakan orang lain, di belakang orang tersebut, jangan berpikir kamu tidak akan mengalami hal yang sama. Ia pasti juga akan membicarakan dirimu saat kamu tak ada. Jadi jangan berbagi cerita rahasia apa pun mengenai dirimu.
  • Habiskan waktu dengan teman-temanmu yang menyenangkan

    Daripada berdiam diri dan mendengar banyak omongan tak enak tentang dirimu atau orang-orang mulai menghindarimu dan tidak menyapamu karena pengaruh si teman 'beracun', sebaiknya kamu juga mulai cari udara segar, habiskan waktu dengan teman-teman yang menyenangkan.
  • Hindari orang-orang yang manipulatif

    Beberapa orang dengan mulut manis namun manipulatif biasanya disukai beberapa orang, tapi jangan sampai kamu juga ikut terjerumus ke dalam lingkaran pertemanan mereka. Kamu cukup mengenal siapa mereka, tetap bersikap baik pada mereka.
  • Biarkan dan abaikan sindiran dan omongan miring

    Kamu pasti akan sakit hati mendengar dan melihat sikap mereka yang menyebalkan, apalagi ketika mereka tak menganggapmu. Well, abaikan saja, kamu hidup untuk bahagia kan? Jadi biarkan saja mereka tetap bicara, menyindir, membicarakan keburukanmu dan lain sebagainya.
  • Jangan terpancing, Kendalikan emosi

    Selalu kendalikan emosi saat berada di dekat mereka. Kamu tahu mereka akan memberi pengaruh tak baik, dan hanya membuang-buang waktu jika kamu harus memasukkan semua omongan mereka ke dalam hatimu. Tak usah terpancing. Biarkan berlalu seperti kentut.
  • Jangan mau di-bully

    Kamu dilahirkan bukan untuk diremehkan dan di-bully. Ketika kamu mulai menerima perlakuan seperti ini, lawan. Pertama, biarkan saja mereka mau ngomong apa. Kedua, berjalanlah tegak dan percaya diri. Ketiga, pasang wajah cuek dan 'jahat', dan mereka akan benci sendiri melihat sikapmu, karena kamu tak terpengaruh sama sekali.
  • Selalu bersikap baiklah pada mereka dan jadilah bahagia

    Jangan pernah membalas mereka dengan perlakukan buruk, ini menjadikanmu sama buruknya. Meski memang sangat kesal, tetap bersikap baiklah, apalagi ketika mereka tiba-tiba ada butuhnya sama kamu. Beri saja bantuan, itu menunjukkan bahwa mereka munafik. Kamu akan tertawa sendiri nantinya.
  • Keluar dari lingkungan tersebut

    Tak kuat dengan tindakan dan omongan mereka? Cara terbaik menghindarinya adalah keluar dari lingkungan tersebut. Tak ada gunanya terus-terusan di situ. Hanya jadi sumber stres.

Apapun yang kamu hadapi dalam hidup, kamu pasti akan belajar banyak tentang semua itu, termasuk ketika bertemu 'teman-teman beracun'. Selalu ambil sisi positifnya dan jadilah lebih dewasa ya Ladies.



myirmagination.blogspot.com
sumber :  vemale.com

Selasa, 03 Mei 2011

Benarkah Wajah Menarik Cerminan IQ Tinggi



Temuan terbaru menambah daftar kelebihan orang-orang dengan penampilan menarik. Studi tersebut mengungkap orang berwajah tampan dan cantik ternyata memiliki indeks intelejensi (IQ) tinggi atau tergolong orang cerdas.
Pria berwajah tampan memiliki IQ 13,6 poin lebih tinggi di atas IQ rata-rata, 100 poin. Wanita cantik juga memiliki 11,4 poin di atas normal.
London School of Economics yang mengadakan penelitian, menyebut beberapa nama pesohor dunia dengan tampang menarik. Aktris Natalie Portman, 29, adalah seorang siswa unggulan dengan predikat sarjana Psikologi di Harvard University. Ia juga fasih berbahasa Ibrani, Prancis dan Jepang.
Atau Kate Beckinsale, 37, yang dapat berbahasa dalam Perancis, Rusia, Jerman, Rusia serta lulusan sastra Oxford University. Gelandang tampan Chelsea Frank Lampard, 32, dikatakan memiliki IQ di atas 150.
Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 52.000 orang di Inggris dan Amerika. Mereka diukur hubungan antara penampilan dan kemampuan akademis.
Kepala peneliti Satoshi Kanazawa mengungkap, daya tarik fisik secara signifikan berkaitan secara positif dengan kecerdasan umum, baik dengan atau tanpa kontrol untuk kelas sosial, ukuran tubuh dan kesehatan. “Daya tarik fisik dan kecerdasan umum juga jauh lebih kuat pada pria daripada wanita,” ujarnya seperti dikutip The Sun.
Kanazawa menambahkan, “Jika lebih banyak pria yang mencapai status sosial lebih tinggi dan mereka lebih mungkin menikahi wanita cantik. Dan, jika intelijensi dan daya tarik diwariskan, harus ada korelasi positif antara kecerdasan dan daya tarik fisik pada anak. ”
Namun ia mengingatkan bahwa temuannya hanya terjadi secara statistik, bukan untuk aplikasi secara individual. “Hasil studi bukan menjadi dasar bagaimana memperlakukan seseorang.”

Sumber : Indofiles.org

Disqus for MaTaDaGa